Senin, 23 Juli 2012

Pencemaran Plastik di Perairan Laut Rembang

Pencemaran Plastik di Perairan Laut Rembang Tak Terkendali. Pencemaran sampah plastik di perairan laut Kabupaten Rembang semakin tak terkendali. Selain mengganggu aktivitas nelayan pinggiran, ratusan bibit bakau yang di tanam di kawasan pesisir Rembang bagian barat juga terkena dampak.

Ketua Pelestari Pesisir Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang Sutarji mengemukakan, sampah-sampah plastik bekas bongkaran kapal penangkap ikan yang dibuang ke laut, langsung terbawa arus hingga ke wilayah pantai. Saat angin timuran, warga pesisir di bagian barat Rembang yang terkena dampaknya.Sampah plastik yang tersangkut di batang bibit bakau membuat pertumbuhan tanaman pengaman pantai itu terganggu hingga akhirnya banyak yang mati. Saat ombak besar datang, dipastikan wilayah pantai akan dipenuhi sampah plastik.

Akibatnya, banyak bibit bakau yang mati. Tercatat sudah ada sekitar dua hektare bibit tanaman mangrove yang mati karena tertutup sampah plastik. ''Warga tentu tidak bisa setiap hari membersihkan pantai, karena memiliki aktivitas pekerjaan sendiri,'' ujarnya, Minggu (22/7). Ketua Nelayan Rukun Mina Santosa Desa Tasikharjo Sahri mengemukakan, saat musim angin timuran dipastikan daerah sepanjang Tanjugsari di bagian timur hingga Tunggulsari di bagian barat dipenuhi sampah plastik.

Saat pertemuan nelayan beberapa waktu lalu, pihaknya sering mengingatkan agar yang bongkar ikan di TPI Tasikagung Rembang tak membuang sampah plastik sembarangan. Sampah plastik yang masih di laut menyulitkan nelayan perairan dangkal saat mencari ikan.

''Baling-baling mesin tempel sering tersangkut plastik sehingga rawan rusak. Ikan-ikan pun semakin sulit dicari di perairan dangkal. Sayang, masukan kami tak pernah didengar nelayan di TPI Tasikagung,'' ungkapnya.

Artikel yang berhubungan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar & atensinya,...

HOT NEWS